Author: Muhammad Hafizh

  • Pertamax Harusnya Sudah Rp17 Ribu?

    Foto: Leonardo Andre Wijaya

    Di tengah kondisi ekonomi nasional saat ini, Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyebut harga keekonomian Pertamax sebenarnya sudah berada di kisaran Rp17.000 per liter. Meski begitu, harga Pertamax hingga saat ini masih ditahan di angka Rp12.300 per liter.

    Manager Riset Seknas FITRA, Badiul Hadi, menilai selisih antara harga jual dan harga keekonomian tersebut berpotensi menjadi beban kompensasi energi yang cukup besar bagi negara.

    “Menahan harga Pertamax di Rp12.300 per liter ketika harga keekonomian Pertamax sudah di atas Rp17.000/liter berarti ada selisih sekitar Rp4.700–Rp5.000 per liter yang harus ditutup,” ujarnya.

    Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, juga mengakui harga keekonomian Pertamax saat ini memang berpotensi menembus Rp17.000 per liter apabila mengikuti harga pasar.

    “Ya, kurang lebih begitu kalau range harganya [Pertamax di sekitar Rp17.000-an/liter],” ujar Roberth, Selasa (12/5/2026).

    Menurutnya, untuk sementara selisih harga tersebut masih ditanggung lebih dulu oleh Pertamina sebelum nantinya dibahas lebih lanjut bersama pemerintah.

    “Untuk selisih, karena harga ditahan setiap bulan, diberikan kompensasi dari pemerintah untuk selisihnya setelah pembahasan,” lanjutnya.

    Foto: Leonardo Andre Wijaya

    Sebelumnya, Roberth juga sempat menanggapi isu mengenai harga keekonomian Pertalite tanpa subsidi yang disebut sudah menyentuh Rp16.088 per liter.

    Ia menjelaskan Pertalite masuk dalam kategori Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), sementara Pertamax merupakan Jenis BBM Umum (JBU) yang pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar dan tidak mendapatkan subsidi.

    Meski begitu, Pertamina tetap memilih mempertahankan harga Pertamax di level saat ini setelah berkoordinasi dengan pemerintah.

    “Karena Pertamax ada untuk digunakan juga bagi masyarakat menengah yang mampu. Sementara itu, Turbo dan lain-lain adalah untuk yang menengah ke atas,” jelas Roberth.

    Ia juga menilai harga keekonomian Pertamax saat ini sebenarnya sudah lebih mahal dibandingkan Pertalite non subsidi.

    Sebagai gambaran, Roberth mencontohkan saat harga Pertamax Turbo masih berada di angka Rp13.100 per liter, harga Pertamax dijual Rp12.300 per liter. Artinya, ketika Pertamax Turbo kini sudah menyentuh Rp19.900 per liter, harga asli Pertamax seharusnya ikut naik cukup signifikan.

    “Pada saat Pertamax harga Rp12.300, maka Pertamax Turbo di harga Rp13.100. Selisihnya tipis,” tegasnya.

    Di sisi lain, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian harga untuk beberapa BBM nonsubsidi mulai 4 Mei 2026.

    Harga Pertamax Turbo (RON 98) kini naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sementara Dexlite naik menjadi Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp27.900 per liter.

    Namun untuk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95, harga masih dipertahankan masing-masing di angka Rp12.300 per liter dan Rp12.900 per liter.

    Pertamina menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia, harga produk olahan di pasar internasional, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah.

  • GAC Indonesia Ramaikan Indomobil Expo 2026

    GAC Indonesia ikut meramaikan Indomobil Expo 2026 dengan membawa deretan mobil listrik andalannya. Bukan cuma sekedar pajangan, mereka juga membawa berbagai promo menarik buat pengunjung yang lagi ngincer EV baru.

    Berlokasi di Senayan City, GAC menampilkan tiga model utama, yaitu AION UT, AION V, dan HYPTEC HT. Mulai dari EV compact buat harian sampai SUV listrik premium, semuanya dipajang lengkap di booth mereka.

    “Melalui kehadiran kami di Indomobil Expo 2026, kami tidak hanya membawa lini kendaraan listrik unggulan, tetapi juga menghadirkan berbagai program penjualan yang memberikan nilai tambah nyata bagi konsumen” ujar Hendra Kurniawan, Area Sales Manager GAC Indonesia.

    Menariknya, pembelian AION UT selama pameran bakal langsung dapat wall charger dan dashcam tanpa biaya tambahan. Lumayan, nggak perlu mikir beli aksesoris lagi.

    Nggak cuma itu, GAC juga menghadirkan program loyalitas khusus untuk konsumen dalam ekosistem Indomobil Group, plus GAC Gacha Special Merchandise buat kalian yang suka bonus-bonus lucu saat beli mobil.

    Untuk urusan cicilan juga dibuat lebih fleksibel. GAC bekerja sama dengan beberapa leasing seperti Indomobil Finance Indonesia, Maybank Indonesia, Mandiri Tunas Finance, hingga Mandiri Utama Finance.

    Berikut daftar harga mobil listrik GAC di Indomobil Expo 2026:

    GAC Hyptec HT Premium — Rp735 juta

    GAC AION UT Standard — Rp325 juta

    GAC AION UT Premium — Rp375 juta

    GAC AION V Exclusive — Rp465 juta

    GAC AION V Luxury — Rp530 juta

    Indomobil Expo 2026 berlangsung pada 5—17 Mei 2026 di Atrium Senayan City, Jakarta. Setelah itu, pamerannya juga bakal lanjut ke Yogyakarta pada 12—17 Mei 2026 di Pakuwon Mall.

  • BRZ Super Series 2026 Makin Panas, Balapan Ketat dan Safety Jadi Sorotan

    BRZ Super Series 2026 Makin Panas, Balapan Ketat dan Safety Jadi Sorotan

    Subaru Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya di dunia motorsport nasional lewat gelaran Liqui Moly Subaru BRZ Super Series 2026, yang jadi bagian dari Mandalika Festival of Speed (MFoS) di Sirkuit Mandalika.

    Memasuki Race 2, tensi persaingan di lintasan kian memuncak. Fokus kini bergeser; bukan lagi sekadar adu kecepatan murni, melainkan ajang pembuktian siapa yang mampu menjaga konsistensi dan tetap tenang tanpa melakukan kesalahan sedikit pun.

    Balapan berlangsung selama 15 lap dengan catatan waktu yang cukup rapat, di kisaran 1 menit 53 hingga 1 menit 57 detik. Format one-make race yang digunakan membuat semua pembalap punya mobil dengan spesifikasi serupa, jadi faktor skill benar-benar jadi penentu utama.

    Di tengah jalannya balapan, sempat terjadi insiden yang melibatkan salah satu pembalap. Namun, berkat standar keselamatan yang diterapkan, pembalap tersebut dipastikan aman tanpa cedera serius.

    Hal ini juga didukung oleh karakter Subaru BRZ yang digunakan di ajang ini. Dengan konfigurasi mesin boxer, distribusi bobot seimbang, dan pusat gravitasi rendah, mobil ini tidak hanya lincah, tapi juga stabil dalam kondisi ekstrem.

    Di Race 2, Demas Agil dari Dewa United Motorsport berhasil keluar sebagai pemenang. Meski sempat kehilangan posisi, ia mampu bangkit dan melakukan overtake krusial di tiga lap terakhir untuk mengunci kemenangan.

    Ia finis dengan selisih 1,581 detik dari Rio SB di posisi kedua, yang juga mencatatkan fastest lap 1:53,257. Sementara posisi ketiga ditempati Daniel Sutrisno.

    Dari sisi klasemen, Demas kini memimpin dengan 50 poin setelah meraih dua kemenangan beruntun. Di belakangnya, persaingan masih cukup terbuka dengan beberapa nama seperti Sudarmono, Henri, hingga Fitra Eri yang terus menempel.

    Di klasemen tim, Dewa United Motorsport juga memimpin dengan 66 poin, diikuti Rizqy x GP dan Wish Motorsport.

    Subaru sendiri menegaskan bahwa BRZ Super Series bukan sekadar ajang balap, tapi juga platform pengembangan pembalap. Hal ini terlihat dari pendekatan one-make race yang menekankan fairness, serta standar keselamatan tinggi yang tetap jadi prioritas.

    Ke depan, kompetisi diprediksi akan semakin ketat seiring masih banyaknya ronde yang tersisa di musim 2026.

    Jadwal BRZ Super Series 2026:

    • 3 Hours Endurance Race — 1 Februari 2026
    • Ronde 1–2 — 1–3 Mei 2026 (MFoS Round 1)
    • Ronde 3–4 — 12–14 Juni 2026 (MFoS Round 2)
    • Ronde 5–6 — 14–16 Agustus 2026 (MFoS Round 3)
    • Ronde 7–8 — 16–18 Oktober 2026 (MFoS Round 4)
  • JETOUR Ikut Main di Mobil Elektrifikasi, Teknologi i-DM Siap Jadi Andalan?

    JETOUR Ikut Main di Mobil Elektrifikasi, Teknologi i-DM Siap Jadi Andalan?

    JETOUR mulai serius ikut meramaikan tren kendaraan elektrifikasi. Lewat pengembangan New Energy Vehicle (NEV), brand ini kini mengandalkan teknologi plug-in hybrid terbaru mereka, i-DM (Intelligent Dual Mode).

    Singkatnya, teknologi ini dibuat buat ngejar efisiensi tanpa harus bikin performa jadi “loyo”. Jadi tetap irit, tapi masih bisa diandalkan di berbagai kondisi jalan.

    “Transformasi menuju kendaraan energi baru menjadi langkah penting bagi JETOUR dalam menjawab perubahan industri otomotif global,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.

    Implementasinya sudah mulai terlihat di lini T Series i-DM. Model ini menggabungkan tenaga listrik dengan kemampuan eksplorasi, jadi bukan cuma cocok buat dipakai harian di kota, tapi juga masih siap diajak jalan jauh sampai aktivitas outdoor.

    Lewat sistem i-DM, mobil bisa mengandalkan tenaga listrik saat kondisi santai di dalam kota. Tapi kalau butuh tenaga ekstra, mesin dan sistem multi-gear-nya langsung turun tangan.

    JETOUR juga menyematkan teknologi seperti Fully Automatic Intelligent XWD dengan mode “7+X” di T2 i-DM. Dengan sistem ini, mobil bisa otomatis menyesuaikan diri dengan kondisi jalan, tanpa perlu ribet setting manual.

    Menariknya, pendekatan ini bikin pengalaman off-road jadi lebih “ramah” buat banyak orang. Nggak harus jago dulu baru bisa masuk jalur tanah.

    Bukan cuma soal jalan, fungsi mobilnya juga makin luas. Lewat fitur external discharge, mobil ini bisa dipakai sebagai sumber listrik portabel, cukup menarik buat yang doyan camping atau road trip.

    Secara global, performa JETOUR juga lagi naik. Penjualannya sudah tembus lebih dari 2,26 juta unit hingga Maret 2026, dengan T Series jadi salah satu tulang punggungnya.

    Ke depan, JETOUR bakal terus nge-push teknologi i-DM sebagai bagian dari strategi mereka di era elektrifikasi.

  • Seriusan, Toyota Bikin Kursi Kantor Dari Jok Crown

    Yap, Anda tidak salah baca. Toyota benar-benar membuat kursi kantor dari jok Toyota Crown generasi terbaru.

    Entah ini ide iseng atau jenius, tapi yang jelas… menarik.

    Kursi ini dibuat oleh Toyota Boshoku Corporation, divisi Toyota yang memang bertugas mengurus interior kendaraan. Untuk mengubahnya menjadi kursi kantor proper, mereka juga menggandeng ITOKI untuk bagian kaki kursi dan armrest.

    Yang bikin makin mind-blowing, fitur kursinya masih full spec seperti di mobil. Mulai dari reclining, naik-turun, hingga tilt di bagian depan, semuanya masih berfungsi. Belum cukup, pemanas dan ventilasi jok juga tetap aktif.

    Dan ini yang paling random tapi keren: pengunci seatbelt kini disulap menjadi port USB-C.

    Kalau ditanya, “ini listriknya dari mana?” Tenang, di bawah joknya sudah ada baterai yang bisa di-charge, jadi semua fitur tetap bisa berjalan tanpa ribet kabel.

    Sekarang masuk ke bagian yang bikin kepala pusing: harga. Kursi ini dibanderol sekitar Rp60 juta. Iya, dengan harga segitu sudah bisa dapat mobil bekas… tapi ini kursi.

    Kalau masih tertarik, siap-siap gerak cepat. Toyota hanya memproduksi 70 unit, dan penjualannya eksklusif di toko khusus Toyota Crown di Jepang.

  • TAM Recall Land Cruiser 300 dan LX, Ada Apa?

    Foto: 4×4 Australia

    PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan program recall untuk dua model SUV premiumnya, yakni Toyota Land Cruiser 300 dan Lexus LX, akibat potensi gangguan pada sistem transmisi otomatis.

    Program ini berlaku untuk unit produksi periode November 2024 sampai November 2025 yang menggunakan transmisi otomatis 10 percepatan. Toyota menemukan adanya kemungkinan masalah pada komponen linear solenoid yang fungsinya menjaga perpindahan gigi tetap halus.

    Vice President Director TAM, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa beberapa kendaraan pada model tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi komponen tetap optimal.

    “Saat ini, kami menemukan ada beberapa komponen kendaraan pada SUV Toyota dan Lexus tahun produksi tertentu yang membutuhkan pengecekan dan perbaikan jika dibutuhkan,” ujarnya.

    Jika komponen tersebut mengalami gangguan, performa transmisi dapat terpengaruh dan berimbas pada kerja ECU transmisi maupun ECU mesin. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa menyebabkan putaran mesin berlebih pada gigi tertentu, penurunan performa saat kendaraan melaju, hingga potensi kebocoran oli transmisi.

    Toyota mengimbau pelanggan yang unit kendaraannya termasuk dalam daftar recall untuk segera datang ke bengkel resmi terdekat. Proses inspeksi sekaligus pembaruan perangkat lunak ECU transmisi diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu jam tanpa dikenakan biaya.

    Sampai saat ini, Toyota belum mengungkap jumlah unit yang terdampak dalam program recall tersebut.

    Selain itu, TAM juga kembali mengingatkan pemilik Alphard, NAV1, Camry, Corolla, Vios, dan Yaris produksi 2011–2016 untuk melakukan pengecekan airbag inflator sisi penumpang depan.

    Langkah ini merupakan bagian dari program lanjutan terkait pengembangan sistem airbag yang sebelumnya ditemukan berpotensi menimbulkan serpihan logam di sejumlah negara. Program pemeriksaan ini sendiri telah berjalan sejak 2015 sebagai langkah pencegahan agar risiko serupa tidak terjadi pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.